1.
Kemunculan
Safawiyah
Asal mula kerajaan
Syafawiyah bisa di katakan berbeda dengan antara lainnya. Hal ini di sebabkan
kerajaan Syafawiyah bermula dari sebuah gerakan kaum sufi atau tasawuf yang di
pimpin oleh Syekh Ishak Safruddin (1252-1334M) yang pada abad ke-15 berubah
menjadi gerakan revolusioner politik. Syekh Ishak Safruddin adalah seorang guru
sufi di Ardabil yaitu sebuah kota di Azerbaijan Persia Barat laut, yang
merupakan keturunan dari Musa al-Khadim. Keberadaan tarekat ini sudah ada
semenjak kerajaan keturunan Timurlank masih berkuasa. Berkat kealiman dan
kezahidannya Ishak Syafruddin banyak di hormati orang, sehingga tidak aneh
ketika dia juga termasuk anggota Majelis Wazir Besar Rosyiduddin, yaitu majelis
yang di bentuk oleh kerajaan Mughol.
Pada perkembangan
selanjutnya para pengikut tarekat ini tidak bisa membendung “syahwat”
politiknya. Hal ini nampak ketika kepemimpinan Safruddin di ganti putranya yang
bernama Junaid mendapatkan tanggapan pro dankontra. Diantara tokoh yang kontra
terhadap sepak terjang Junaid adalah Kara Kuyunlu. Konflik antara keduanya
mengakibatkan Junaid harus menerima poluce dari Kara Kuyunlu untuk mengasingkan
dia di suatu tempat. Di tempat pengasingan itu dia menghimpun kekuatan dengan
cara menyebarkan ajaran tarekatnya dan membentuk kekuatan baru dengan cara
berkoalisidengan Uzun Hasan. Hubungan Junaid dengan Uzun Hasan di harapkan bisa
meraih supremasi politik, dengan cara melakukan perlawanan dengan Ardabil dan
Sircassia, tetapi kenyatannya usaha tersebut justru menyebabkan terbunuhnya
Junaid (1460) dalam pertempuran melawan tentara yang di pimpin oleh Sirwah.
Setalah 10tahun setelah Junaid meninggal
kepemimpinannya digantikan oleh anaknya yang bernama Haidar pada tahun 1470.
Hubungan antara penguasaa Syafawiyah dengan Uzun Hasan semakin erat setalah
Haidar mengawini putrinya Uzun Hasan, dan di karuniani 3 anak laki-laki[1].
Nama Haidar semakin berkibar
setelah berhasil mengalahkan kekuatan AK Koyunlu dalam pertempuran yang
No comments:
Post a Comment